Satori(50),
tidak mengira tanaman terungnya bisa berbuah sebesar paha dengan
berat 1,3 kg. Biasanya, ukuran normal buah terung hanya sebesar
lengan. Tapi itulah yang terjadi setelah Satori menggunakan ramuan
pupuk organik cair (POC) buatan pak Sujadi, petani Desa Pekantingan
, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon.
Pengaruh
ramuan pupuk Sujadi atas produksi tanaman memang membuat para petani
yang mencobanya menjadi kaget dan berdecak kagum. Kacang panjang
misalnya, yang biasa panjangnya rata-rata 70 cm, setelah dipupuk POC
bisa mencapai panjang 130 cm dengan diameter lebih besar.
Adalah
Munawir, petani dari Desa
Kuniran, Kecamatan Kuniran, Kabupaten Bojonegoro, yang pertama
mencoba pupuk ramuan Sujadi untuk tanaman kedelenya. Menurut Munawir
yang pensiunan ABRI itu, ujicoba dengan pupuk ramuan Sujadi hampir
membuat usaha kedelenya rugi. Sebabnya, polong kedele cepat besar dan
pecah berserakan di tanah sebelum dipanen karena daunnya masih
hijau. Biasanya, kedele siap panen setelah daunnya menguning.
Ternyata, daun kedelenya tetap hijau. Biasanya, kedele siap panen
setelah daunnya menguning. Ternyata, daun kedelenya tetap hijau walau
daun polongnya sudah tua
berserakan, sehingga Munawir terlambat panen.
Namun Munawir masih bersyukur meski polong kedelenya berserakan,
kerugian itu tertutup oleh hasil panen kacang panjangnya yang
berlipat tiga kali.
Sebenarnya Sujadi memberikan ramuan pupuk kepada Munawir untuk pohon
mangga. Tapi Munawir mencobanya untuk kedele dan kacang panjang
dengan hasil yang mengejutkan.
Atas laporan Munawir, Sujadi lalu mengadakan uji coba dengan
membagikan gratis pupuk cairnya kepada para petani di sekitar desanya
untuk dicoba pada tanaman sayuran.
Kasus lucu kembali terjadi ketika tiga petani dari desa Kreo,
tetangga desanya, mengeluh karena tanaman mentimunnya menjadi terlalu
besar setelah dipupuk POC BIOGAN, sehingga sulit dipasarkan dan
terancam rugi.
Akhirnya Sujadi memberikan saran agar dosis pemeberian pupuk
dikurangi, dan panen ketimun yang dilakukan tiap tiga hari dirubah
menjadi tiap hari saja. Hasilnya ternyata sangat menguntungkan karena
total panen berlipat ganda.
Peluang
Bisnis
Dari keberhasilan ujicoba yang dilakukan para petani itu, Sujadi
melihat terbukanya peluang bisnis. Dengan dibantu oleh Ir .Edy
Setiabudi alumnus IPB Bogor tahun 1978, Sujadi berusaha
menyempurnakan ramuan pupuknya. Menurut Ir. Edy, yang dilakukannya
adalah memisahkan zat penting dari daun terhadap ikatan zat lainnya,
tanpa merusak zat penting itu. Zat penting itulah yang diaramu
menjadi pupuk organik cair atau POC , yang kemudian diberi bama
“Biogan” oleh Sujadi.
“Dengan bantuan Pak Edy, pupuk organik cair kami tidak saja
berfungsi sebagai perangsang tumbuh, tapi juga dapat memperbaiki
tingkat kesuburan tanah” kata Sujadi yang anggota Kontak Tani
Nelayan Andalan (KTNA) di Kecamatan Klangenan, Cirebon. Ia kemudian
membagikan POC Biogan untuk diujicobaka pada petani padi di sekitar
desanya, dan sekaligus melihat efeknya.

Komentar
Posting Komentar